Bola Sodok…
Saya punya satu hobi sampingan.
“Apaan tuh, hobi sampingan?”
Hobi sampingan itu adalah hobi yang bisa saya sering lakukan lagi meskipun sudah lama tidak. Dalam kasus ini, hobi sampingan saya adalah bermain bilyar. Saya mulai akrab dengan permainan ini sewaktu kuliah semester satu gara-gara dikompori teman saya. Setiap hari kami berdua bisa menghabiskan waktu di Bengkel Billiard (waktu itu namanya masih Arena) selama minimal 4 jam.
Satu hal yang memberhentikan kami tentu saja adalah masalah finansial; lama-lama kok tabungan kami menipis.
Akhirnya datanglah masa vakuum bilyar pertama saya.
Sekitar dua tahun kemudian, di dekat kampus saya, tepatnya di parkiran bawah tanah Supermal Karawaci, dibuka sebuah tempat bilyar. Di situ lah saya mulai kembali intens bermain bilyar, bahkan sampai belajar ke para pelatnas yang sering main di situ. Dari mulai bermain sendirian sampai akhirnya memberanikan diri ikut turnamen. Saya tidak pernah juara, bahkan masuk ke 10 besar pun belum pernah. Saya ikut turnamen sekedar untuk mengetes mental saya yang ternyata memang tidak terlalu stabil.
Setelah berhenti kuliah dan mulai bekerja, saya hampir tidak pernah bersentuhan dengan meja bilyar lagi. Paling sekedar untuk bersosialisasi atau ikut ajakan teman saya. Tapi saya tidak lagi sengaja datang ke sebuah tempat dan berniat bermain sendiri seperti masa kuliah saya.



