Kata Rangga

Entries Comments


Judeeeeee…

24 March, 2008 (17:11) | Hidup

Saya sebenarnya bukan seorang pemain kartu. Saya ingat sewaktu kecil dulu saya tidak pernah terlalu antusias dengan yang namanya kuartet –walaupun saya suka gambar-gambarnya-, empat satu, cangkulan dan lain-lain. Satu, karena permainan seperti itu terlalu mengandalkan keberuntungan dan dua, seringkali bermain kartu seperti truf mengharuskan saya berhitung dan ketiga, uhmm, biasanya saya kalah terus.

Sewaktu SMA, kelas saya mengadakan sebuah studi wisata yang kebetulan lumayan berjarak dari kota dimana saya tinggal. Kami pun menggunakan kereta api dan lama perjalanannya sekitar 9 jam. Untuk mengisi waktu, ada yang hanya ngobrol-ngobrol, ada yang tidur, ada yang asik masyuk berpacaran, ada yang main gitar dan ada sekelompok teman saya yang iseng bermain kartu. Karena saya bosan memainkan gitar saya dengan lagu yang itu-itu saja, saya pun ikut bergabung.

Oh, ternyata mereka sedang bermain poker. Kebetulan saya cukup tahu caranya karena permainan ini adalah syarat mutlak untuk menyelesaikan sebuah game komputer bernama Police Quest. Ya sudah lah, saya ikut saja. Mula-mula tentu saja kami bermain hanya untuk iseng, tapi kok akhirnya malah taruhan uang walaupun hanya dalam hitungan sen. Ternyata saya jadi makin suka, bahkan sangat bersemangat. Ditambah lagi pada saat itu saya sangat beruntung mendapatkan dua kombinasi paling berharga dalam poker; empat as dan royal flush (urut dari 10 sampai as, bunga sama). Tapi peruntungan bukan satu-satunya faktor dalam poker. Ada yang namanya bluff alias sok punya kartu bagus tapi sebenernya tidak sehingga lawan jadi mengkeret.

Ini yang sebenarnya membuat saya suka poker. Ini adalah permainan antara pemain, bukan sekedar untung-untungan dapat kartu bagus, terus menang. Yang kartunya jelek pun bisa menang asal punya nyali besar. Ini, kalau bahasa kerennya, adu skill.

Ketika itu saya hanya tahu satu jenis permainan poker yaitu Five Cards Draw, dimana masing-masing pemain mendapatkan 5 kartu dan bisa mengganti dari semua kartu ditangan sampai tidak sama sekali, sesuai kebutuhan kita membuat kombinasi yang terbaik. Silahkan lihat di sini untuk daftar hierarkisnya.

Nah, sekitar tahun 2000an, setelah lama saya tidak bermain poker, sahabat saya mengajak untuk bergabung ke Poker Night yang diadakan oleh beberapa teman ekspatnya. Saya sendiri sebenarnya agak ogah-ogahan karena untuk ikut bermain harus mempertaruhkan 200 ribu rupiah. Tapi sahabat saya dengan senang hati dan agak memaksa meminjamkan saya entry fee tersebut.

Singkat kata, di tengah permainan saya mengembalikan uang itu ke sahabat saya dan pada akhirnya, saya untung cukup banyak. Ya iya lah, wong masuk tanpa modal, keluar dompet tebal. Tapi yang sangat menarik, ternyata ada banyak variasi permainan dalam poker. Yang paling sering dimainkan adalah Texas Hold’em dan Omaha Hold’em.

Setelah itu saya menjadi cukup sering ikut dalam permainan mereka dan untungnya, saya tidak pernah rugi besar. Tapi suatu hari entah kenapa, perkumpulan ini terhenti. Kemungkinan besar karena mereka masing-masing punya kesibukan atau bahkan pulang ke negeri mereka. Ya sudah lah, tidak apa-apa, kami pun mulai vakum bermain, meskipun sempat beberapa kali sahabat saya dan saya bisa mengumpulkan teman-teman untuk bermain dengan taruhan yang rendah. Sekedar temu kangen dengan permainan ini lah.

Seiring jalannya waktu, dengan semakin canggihnya jaringan infrastruktur internet, poker pun memasuki area online lewat situs-situs yang memberikan jasa meja virtual dimana kita bisa benar-benar bertaruh dengan uang menggunakan sistem kartu kredit atau PayPal.

Poker pun menjadi sebuah permainan yang sangat populer di dunia. Bahkan kompetisi poker di Las Vegas pun menjadi sebuah tontonan eksklusif yang diikuti oleh jutaan orang lewat televisi kabel atau streaming internet.

Ketika situs Facebook menyediakan sebuah aplikasi gratis untuk bermain Texas Hold’em, walaupun dengan uang virtual, semakin banyak orang yang menghabiskan waktu luang mereka untuk adu nyali dengan pemain-pemain dari segala penjuru dunia. Terus terang tadinya saya tidak terlalu ingin mencobanya, tapi ketika saya masuk ke dalam salah satu meja poker virtual itu, saya merasakan adrenalin yang naik turun bak roller-coaster. Kalah sama orang Turki, menang lawan orang Kanada, bercanda-canda dengan orang Perancis. Wah, rasanya tidak ada batasan disini. Seru.

Tapi tetap unsur manusianya tidak terasa. Padahal poker tidak hanya sekedar memegang kartu bagus, tapi juga membaca gerakan lawan, menggertak dengan memasukkan taruhan yang besar dan tentunya tertawa-tawa –walau kadang miris kalau kalah-.

Poker juga sebuah medium yang bagus untuk belajar memperhatikan manusia. Banyak yang bisa diaplikasikan dari kemampuan kita untuk menebak apa yang sedang dipikirkan orang di hadapan kita, seperti misalnya klien sewaktu presentasi atau lawan jenis yang sedang ngupi dengan kita. Poker adalah membaca manusia, bukan sekedar keberuntungan. Dan yang menarik, pribadi kita masing-masing biasanya akan menentukan gaya bermain. Orang yang cenderung hati-hati dalam bertaruh biasanya adalah orang yang dalam hidupnya akan melakukan hal yang sama, begitu juga dengan sebaliknya.

Sangat menarik.

Akhir-akhir ini, saya sedang sering bermain lagi dengan teman-teman dekat saya, sekedar iseng-iseng saja. Pun taruhan, jumlahnya tidak –atau belum- melampaui 20 ribu rupiah. Kalau misalnya ada yang mau ikut main, silahkan hubungi saya. Nanti kita janjian, ok?

Siap-siap kalah ya… -jumawa-. :)

« Ada apa dengan Ayat-Ayat Cinta?

 Dunia lain… »

Comments

Comment from ii
Time: March 24, 2008, 5:32 pm

ga sama sekali kangen main jk ato capsa ya? kalo gitu, gue siap2 hibernasi deh.. (win BIG honey!)

Comment from amplop
Time: March 24, 2008, 10:14 pm

boleh ikutan? tapi saya masih di Parish (bukan Paris di Perancis) :)

Comment from elfitra
Time: March 26, 2008, 7:06 pm

pas banget! di kampus lagi demam judi kartu. tapi bayarnya nggak banyak2 maklum anak kosan.
para perempuan kontan suka ribut kalau pacar mereka ditanyain kemana,
“mau main kartu..”.
“judi ya!! awas ya!!”

Comment from rangga
Time: March 28, 2008, 1:49 am

Ii: yaaa, boleh lah kapan-kapan main jk lagi… atau loe belajar poker laaaah…

Amplop: kalo balik ke Jakarta, silahkan hubungin gua… :)

Elfitra: hehehe, kita juga gak banyak-banyak amat kok, bahkan seringnya main kosongan… ikut aja…

Comment from alexander suryatama
Time: September 6, 2008, 10:39 pm

gue suka banget yang namanya main kartu…boleh jg kita bikin perkumpulannya lg…gw dukung bgt….

Comment from iseng
Time: March 21, 2009, 3:47 am

kalo maen kosongan ayuk dech……

kalo taruhan……..

ehm……. mikir du kali dech…….

lum punya modal……

maklum masih kuliah

^^

Write a comment