Kata Rangga

Entries Comments


Bola Sodok…

30 March, 2009 (14:12) | Hidup

Saya punya satu hobi sampingan.

“Apaan tuh, hobi sampingan?”

Hobi sampingan itu adalah hobi yang bisa saya sering lakukan lagi meskipun sudah lama tidak. Dalam kasus ini, hobi sampingan saya adalah bermain bilyar. Saya mulai akrab dengan permainan ini sewaktu kuliah semester satu gara-gara dikompori teman saya. Setiap hari kami berdua bisa menghabiskan waktu di Bengkel Billiard (waktu itu namanya masih Arena) selama minimal 4 jam.

Satu hal yang memberhentikan kami tentu saja adalah masalah finansial; lama-lama kok tabungan kami menipis.

Akhirnya datanglah masa vakuum bilyar pertama saya.

Sekitar dua tahun kemudian, di dekat kampus saya, tepatnya di parkiran bawah tanah Supermal Karawaci, dibuka sebuah tempat bilyar. Di situ lah saya mulai kembali intens bermain bilyar, bahkan sampai belajar ke para pelatnas yang sering main di situ. Dari mulai bermain sendirian sampai akhirnya memberanikan diri ikut turnamen. Saya tidak pernah juara, bahkan masuk ke 10 besar pun belum pernah. Saya ikut turnamen sekedar untuk mengetes mental saya yang ternyata memang tidak terlalu stabil.

Setelah berhenti kuliah dan mulai bekerja, saya hampir tidak pernah bersentuhan dengan meja bilyar lagi. Paling sekedar untuk bersosialisasi atau ikut ajakan teman saya. Tapi saya tidak lagi sengaja datang ke sebuah tempat dan berniat bermain sendiri seperti masa kuliah saya.

Tapi kadang ada masa-masa dimana saya tiba-tiba kangen bermain bilyar.

Di saat itu lah saya melarikan diri ke tempat bilyar terdekat dan menghabiskan waktu main sendirian ditemani iPod setia saya (entah kenapa, musik di tempat-tempat itu selalu bikin saya tidak konsen). Bahkan ajakan bermain dari penjaga maupun PR yang cantik-cantik selalu saya tolak, karena saya suka main sendirian.

Teman saya pernah bertanya alasan saya.

Saya sendiri bingung menjawabnya. Tapi ketika saya lamunkan, saya sedikit mengerti alasannya.

Ada dua tahap utama dalam permainan bilyar. Pertama ketika kita memecahkan bola-bola yang telah kita susun dan kedua ketika kita memasukan mereka ke dalam lubang-lubang yang ada.

Sering kali kita merasa pecahan hidup kita menyebar ke segala penjuru. Sebuah kekacauan yang seringkali kita ciptakan sendiri (breaking kalau di bilyar) dan kita harus membereskan mereka; mengumpulkan mereka ke dalam suatu tempat sehingga kita bisa melihat segala sesuatunya dengan lebih jelas.

Kadang itu yang saya rasakan ketika saya sedang bermain bilyar; saya sedang menata pikiran dan perasaan saya sehingga saya menjadi lebih fokus lagi. Ada sebuah perasaan yang melegakan ketika satu persatu bola masuk dengan mulus ke lubang yang saya sasarkan.

Ketika saya gundah, saya bisa menjadi lebih lega ketika menyelesaikan satu permainan. Kadang saya main sampai perasaan itu hilang sama sekali, meskipun saya harus bermain sampai duapuluhan permainan sekalipun.

Tapi itu yang membuat saya menjadi lebih fokus ke pokok permasalahan saya. Ketika saya melihat satu bola di depan lubang, itu lah masalah yang harus saya tuntaskan. Sementara ada sembilan bola di atas meja. Saya hanya berpikir, masing-masing bola adalah pecahan kecil dari masalah saya, detil-detil kecil dari seluruh dilema saya.

Mungkin itu yang membuat saya menjadikan bilyar sebagai hobi sampingan. Saya bermain ketika saya sedang memerlukannya.

Atau ketika teman mengajak, seperti akhir-akhir ini, yang membuat saya kecanduan lagi.

Hmpf.

« Sabtu malam…

 Lima menit… »

Comments

Comment from oca
Time: March 30, 2009, 2:41 pm

It already makes me addicted. At least minimum 4 hours a week. Dan yes, maen sendiri bikin kita orgasm.

Comment from ii
Time: March 30, 2009, 4:40 pm

oh.. jadi sekarang karena teman mengajak kan? bukan karena lagi banyak masalah??

Comment from devi
Time: March 30, 2009, 4:55 pm

apa yang terjadi di saat bola2 itu sudah masuk lubang dan yang tersisa adalah meja yang kosong?
kemenangankah? atau hanya sebuah ‘pause’ untuk kembali memulai babak berikutnya yang juga memecah dan mengacau?

Comment from rangga
Time: March 31, 2009, 8:28 pm

Oca: Baru belajar ya, masih addicted gitu? Hahaha…

Ii: Iya lah, gara-gara si speakerphone dan jin Priuk.

Devi: Sebuah “pause” pastinya, untuk kembali mencoba memecahkan problem berikutnya. That’s life, right?

Comment from deviea
Time: April 1, 2009, 10:22 pm

sepertinya asyik, maen bilyard sendirian, menghabiskan semua bola sendirian.

kayaknya perlu dicoba itu. :)

*karena kadang memang merasa membutuhkan sesuatu yang ingin dinikmati sendiri, dihabiskan sendiri, dirasakan sendiri. sekedar “sela” untuk kembali berinterkasi dengan dunia lain.

Comment from dewdew
Time: August 19, 2009, 5:42 pm

Ranggaaaa….gue kok ga pernah diajarin nyodok (not in Ary’s way ya….hahahahahhahaha)
btw my dear, ganti dong link gue sama yang baru ini ya….blog gue yang itu udah isdet. ga bisa diapdet :((

Write a comment