Kata Rangga

Entries Comments


Lima menit…

13 October, 2009 (00:00) | Hidup

Gelas ketiga malam ini.

Hangat.

Tempat ini mulai sepi, beberapa tamu sudah beranjak dari meja mereka. Ada sepasang insan sedang bercengkerama di pojokan, mengobrol santai sambil sesekali melirik ke arah televisi. Di depan sekelompok teman sedang asyik bercanda, melontarkan banyolan dan ejekan ke masing-masing. Santai. Seperti di rumah; rumah adalah dimana teman berada.

Sementara itu para pelayan berbaju oranye berjalan mengitari ruangan atau berdiri di pojokan, menunggu seseorang mengangkat tangan sambil berteriak “mas!” atau “mbak!”.

Tempat ini mulai sepi.

Hanya tawa dan canda terdengar sesekali.

iPod saya melantunkan lagu dari Noir Desir, sebuah rock band Prancis yang selalu menggetarkan hati saya dengan liriknya. Saya pun melirik jam tangan saya.

Masih ada waktu. Lima menit. Tiga ratus detik.

Apa yang telah saya lakukan selama ini?

Begitu banyak pilihan yang saya ambil selama ini, saya sendiri tidak bisa mengutarakannya satu per satu. Tapi ada beberapa yang telah mengubah hidup saya.

Tapi ada satu hal yang menyamakan semua pilihan itu. Hanya saya sendiri yang memilih. Dengan konsekuensi yang saya terima dengan lapang dada, apapun bentuknya.

Empat menit. Dua ratus empat puluh detik.

Jangan pernah menyesal. Itu selalu menjadi kredo saya selama ini. Cukup untuk membuat saya terus melangkah. Tanpa kecut hati, tetap tegak menghadap angin yang mendera di depan. Selalu.

“Terus jalan, Dit”, bisikan ayah saya yang selalu saya ingat dari sebuah pertemuan di alam mimpi. Entah itu hasil dari alam pikiran saya atau memang dia memberikan nasehat terakhir ke saya. Wallahualam.

Tiga menit. Seratus delapan puluh detik.

Saya telah melewati berbagai banyak hal. Saya tidak sempurna. Saya tahu saya telah mengecewakan beberapa. Memberikan rasa sakit yang mungkin tidak termaafkan. Namun ada satu hal yang harus diingat. Setiap luka mereka adalah luka saya.

“Kamu terlalu empati!” ujar mendiang ibu saya suatu hari ketika beliau sedang menyisir rambut di depan kaca.

Tidak ada yang salah dengan itu. Biarkan saya merasakan sakit yang sama.

Sakit harus ditanggung bersama, begitu juga kebahagiaan.

Dua menit. Seratus dua puluh detik.

Tuhan selalu maha adil. Ketika ada pahit, pasti ada manis. Hidup memang tidak pernah selamanya menyakitkan. Kebahagiaan akan selalu menunggu kita di tikungan berikut.

Banyak orang yang telah memberikan kebahagiaan ke saya. Untuk itu saya sangat berterimakasih ke mereka.

Satu menit. Enam puluh detik.

Pilihan akan selalu ada.

Untuk pilihan berikut ini saya sangat memohon kepada Yang Berkuasa untuk diberikan kekuatan; diberikan kemampuan dan kemauan untuk tetap berjalan di jalan ini selamanya.

Manusia berencana, Dia yang menentukan.

Saya hanya mengajukan satu permohonan kali ini…

Lima.
Empat.
Tiga.
Dua.
Satu.

… Biarkan saya bersama dirinya selama-lamanya. Karena saya sayang dia.

Bertrand Cantat, si penyanyi, menanyakan satu hal, “takdir tanpa batas, kita memilih satu; apa yang kita dapatkan?”

Kebahagian. Hanya itu yang saya inginkan.

Sayup-sayup di antara petikan gitar, saya mendengar, “Happy birthday, you bastard.”

« Bola Sodok…

 Bajingan di layar »

Comments

Comment from Boxy
Time: October 13, 2009, 3:18 am

Happy birthday bro, here’s looking at you…

Comment from nissa
Time: October 13, 2009, 11:51 am

selamat ulang tahun rangga..

Comment from Bang Jago
Time: October 13, 2009, 9:57 pm

Hehe.
Lagi… Selamat ulang tahun, mas.

Dari aku, dan niken.

Comment from Prima Rusdi
Time: October 13, 2009, 11:25 pm

Rang,
Gue suka banget tulisan elo yang ini! Ditulisnya bagus, dibaca enak, personal tapi ga ‘menye-menye’, efektif!

Comment from Adis
Time: October 14, 2009, 10:35 am

Beautiful words :_) …Happy Birthday!!!

Comment from nanas
Time: October 14, 2009, 1:51 pm

bacanya sampe berkaca2…(hmm artinya pas baca langsung ngaca2, or baca sambil ngaca…gak penting hahaha)…Happy Birthday…terus jalan, Dit!…tapi nanti jalannya gak sendiri lagi, ada dia bersamamu :)

Comment from Mels
Time: October 14, 2009, 2:12 pm

Happy belated birthday! :)
enjoy reading this…. (wow complimented by mbak Prims loowwh!!)

Comment from devie
Time: October 15, 2009, 1:08 pm

selamat ulang tahun, kang rangga. :)

Comment from rongga
Time: October 18, 2009, 5:36 pm

hmmm

Comment from neng®atna
Time: October 21, 2009, 9:24 pm

selamat ulang tahun mas rangga :D

Comment from ami
Time: October 24, 2009, 11:28 pm

ikuti kata hati dan terus jalan…rangga…selamat u pilihanmu…

Comment from tiRaya
Time: October 27, 2009, 5:14 pm

kata katanya bagus banget.
errr, jadi ulang tahunnya tanggal berapa sebenernya?!
selamat ulang tahun mas rangga.
semoga belum telat banget :)

Comment from rangga
Time: October 29, 2009, 12:58 pm

@Boxy: Yeah, bro… here’s looking at everything. :)

@nissa: Terima kasih, Nis…

@BangJago: Makasih, Ji… Tos!

@Prima Rusdi: Efisien dan efektif! Hahaha… Thanks!

@Adis: Thank you, Dis… :)

@Nanas: *kasih tisu* Hehehehe

@Mels: I KNOW! She complimented me! I should dance naked on the street! Hehehe

@devie: Thank you, dik Devie… :D

@rongga: Hmmm juga deh… :)

@neng ratna: Terima kasih… :)

@ami: Makasih tante, semoga pilihan ini diridhoi. :)

@tiRaya: Makasih yaaa… ultahnya pas waktu diposting, 13 oktober. :D

Comment from mbakDos
Time: October 30, 2009, 10:38 pm

aduh, sebelum bulan oktober berakhir, HAPPY BIRTHDAY ya mas rangga *halah* :D
mudah-mudahan kebahagiaan yang dicari itu akhirnya didapet ya ;-)

Write a comment